ARTICLE AD BOX
Kontes yang dilaksanakan di Lapangan Lumintang sebelah utara ini memperebutkan Piala Bergilir Walikota Cup II, dengan hadiah tropi, piagam, dan uang tunai untuk juara 1, 2, 3, serta juara harapan 1, 2, dan 3.
Kontes ikan mas koki kali ini menampilkan tujuh kategori lomba, meliputi:
1. Sepak 4 Dewasa Kombinasi & Solid
2. Sepak 4 Remaja Kombinasi & Solid
3. Sepak 3 All Size
4. Sepak 2 All Size
5. Size Jumbo
I Gede Adi Utama Yasa (Adi Jauk), pengurus Asosiasi Ikan Mas Koki Bali, menjelaskan bahwa kegiatan ini dibatasi untuk 200 peserta. “Kami memaksimalkan tempat di Lapangan Lumintang sebelah utara. Meski biasanya peserta lebih banyak, kami menyesuaikan dengan kondisi lokasi dan waktu,” ujarnya saat ditemui pada Kamis (27/2/2025).
Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai dari pembukaan pada 27 Februari hingga penutupan pada 1 Maret 2025.
Adi Jauk menambahkan, kontes kali ini menggunakan filter di akuarium, berbeda dengan tahun sebelumnya yang hanya menggunakan ember. “Ini memungkinkan kami mengadakan kontes selama tiga hari, sementara tahun lalu hanya satu hari,” jelasnya.
Adi Jauk berharap, kontes ini dapat menjadi wadah untuk memperkenalkan dan melestarikan ikan mas koki Bali sebagai ikan endemik lokal. “Kami berterima kasih kepada pemerintah yang memberikan tempat dan dukungan untuk kegiatan ini. Ini adalah upaya kami untuk melestarikan ikan mas koki Bali,” ujarnya.
Selain kontes ikan mas koki, tahun ini juga diadakan lomba mewarnai tingkat TK se-Kota Denpasar. Sebanyak 35 anak TK berpartisipasi dalam lomba ini. “Tujuannya adalah memperkenalkan ikan mas koki Bali kepada anak-anak sejak dini. Kami ingin mereka tahu bahwa Bali memiliki ikan lokal yang perlu dilestarikan,” kata Adi Jauk.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar, drh. Ida Bagus Mayun Suryawangsa. Acara ini dihadiri oleh peserta lomba, anggota Asosiasi Ikan Mas Koki Bali, serta komunitas pecinta ikan mas koki.
Adi Jauk menjelaskan perbedaan kategori remaja dan dewasa dalam kontes ini. “Untuk kategori remaja solid, penilaian didasarkan pada satu warna. Jika ada lebih dari satu warna, seperti oranye, putih, dan hitam, itu masuk ke kategori kombinasi. Sementara untuk kategori dewasa, penilaian dilihat dari kematangan mata, ekor, dan ukuran ikan,” tutupnya.
Dengan adanya kontes ini, diharapkan masyarakat semakin mengenal dan mencintai ikan mas koki Bali sebagai bagian dari kekayaan alam lokal yang perlu dijaga kelestariannya. *m03